Demo Aksi Damai Diikuti Ratusan Petani dari 5 Desa Se Kecamatan Tanjungsari Kab. Bogor
Bogor Timur |Detak Negeri.com
Bertempat di halaman parkir Kecamatan Tanjungsari, para petani dari 5 desa yang ada di Kecamatan Tanjungsari Kab. Bogor mengadakan demo (aksi damai). Aksi yang dilaksanakan jam 08.30 pada Kamis, 23/04/2026.
Aksi diperkirakan diikuti 400 sampai 500 orang petani dari 5 desa, di antaranya Desa Sirnarasa, Desa Sirnasari, Desa Tanjungsari, Desa Pasirtanjung, dan Desa Tanjungrasa. Tidak kalah pentingnya, yang selalu hadir di tengah-tengah masyarakat saat ada keluhan yaitu Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Beben Suhendar.
Kapolsek, Danramil, dan beberapa tokoh pemuka agama serta tokoh masyarakat petani, di antaranya Abd. Gofur, Sarip Hidayat sekaligus yang menjadi orator dan menyampaikan orasi untuk penyemangat para peserta aksi. Namun, sangat disayangkan tidak ada satu pun kades yang ikut mengawal aksi tersebut.
Aksi damai tersebut mendapat pengawalan dari jajaran Polsek Tanjungsari, Koramil Tanjungsari, dibantu oleh Polsek yang berada di wilayah hukum Bogor Timur.
Adapun yang menjadi tuntutan aksi adalah membangun irigasi yang permanen, karena dengan adanya pembangunan bendungan Cibeet di hulunya menjadi tertutup, hingga air irigasi Cikompeni tidak mengalir. Akibatnya, para petani kesulitan air dan sawah-sawah mengering. Hal ini mengakibatkan petani menjadi gagal panen hingga mengalami kerugian saat padi dipanen.
Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Beben Suhendar, dalam sambutannya menuturkan, “Bahwasanya pembuatan irigasi Cikompeni akan dilaksanakan bulan depan. Info pembuatan ini menurut Beben Suhendar ia dapatkan setelah ada pertemuan dengan Sekda Kab. Bogor, dan ingat saya pun selalu hadir di tengah-tengah masyarakat, termasuk ketika pembuatan irigasi secara gotong royong bersama petani Tanjungsari,” imbuhnya.
Sementara itu, Sarip Hidayat usai orasi ditemui awak media memaparkan, “Perlu diketahui akibat ada bendungan Cibeet, air sungai di hulu ditutup mengakibatkan irigasi Cikompeni menjadi kering. Oleh karena itu, kami mewakili para petani meminta agar irigasi Cikompeni dibangun kembali. Namun, info yang kita dengar bersama dari Anggota DPRD Kab. Bogor dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembangunan akan dilaksanakan bulan depan dan ini perlu kita apresiasi jika memang benar,” ujarnya.
Sarip menambahkan, “Tapi bila satu bulan setelah aksi damai ini tidak dilaksanakan, kami akan mengadakan aksi demo lanjutan yang lebih besar lagi, karena aksi unjuk rasa damai beberapa waktu lalu ke kantor Bupati tidak ada tanggapan. Bukan tidak menutup kemungkinan bila aksi damai kali ini tidak direspons, maka kami melihat situasional akan meminta bantuan KDM,” ucap Sarip.
Selanjutnya, kami dan para petani lainnya akan meminta dan mendesak jika pembangunan irigasi Cikompeni ini betul-betul dikerjakan oleh kontraktor utama, yang pemenang tender, dan jangan dikerjakan oleh subkon karena dikhawatirkan hasilnya tidak maksimal,” imbuhnya. (yyng.l)

