Enam Tahun Menanti Penanganan, Keluarga Anak di Sirnarasa Berharap Pemkab Bogor Beri Perhatian
Bogor | Detak Negeri.com
Seorang anak yang tinggal di Kampung Dukut, RT 01/RW 01, Desa Sirnarasa, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, mendapat perhatian dari keluarganya setelah disebut mengalami gangguan kesehatan sejak usia dini. Selama kurang lebih enam tahun, anak tersebut disebut belum memperoleh pemeriksaan dan penanganan kesehatan secara berkelanjutan.
Berdasarkan keterangan Mimin, salah seorang anggota keluarga, kondisi tersebut bermula ketika anak mengalami step atau kejang. Seiring berjalannya waktu, kondisi yang dialaminya disebut berdampak terhadap aktivitas dan kemampuan pergerakannya.
“Awalnya step hingga terjadi seperti ini,” kata Mimin saat ditemui pada Selasa (22/9/2026).
Menurut keterangan keluarga, saat ini anak tersebut lebih banyak menghabiskan waktu di tempat tidur dan membutuhkan perhatian serta pendampingan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Keluarga menyampaikan bahwa selama bertahun-tahun mereka belum memperoleh pemeriksaan kesehatan secara berkelanjutan untuk mengetahui kondisi medis anak secara menyeluruh. Pemeriksaan tersebut dinilai penting untuk mengetahui kebutuhan penanganan, termasuk kemungkinan terapi, pengobatan maupun rehabilitasi sesuai hasil diagnosis tenaga kesehatan.
Atas kondisi tersebut, keluarga berharap adanya perhatian dan pendampingan dari Pemerintah Desa Sirnarasa, Pemerintah Kecamatan Tanjungsari, UPT Puskesmas Tanjungsari, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor serta instansi terkait.
“Kami berharap uluran tangan serius dari pemerintah, baik desa, kecamatan maupun Pemda Bogor, guna membantu anak ini agar bisa sembuh,” ujar Mimin.
Keluarga berharap pemerintah dapat membantu memfasilitasi pemeriksaan medis secara menyeluruh sehingga kondisi anak dapat diketahui berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan. Apabila berdasarkan hasil pemeriksaan diperlukan rujukan, terapi atau rehabilitasi, keluarga berharap akses terhadap layanan tersebut dapat diberikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kondisi tersebut juga menjadi perhatian terhadap pentingnya akses pelayanan kesehatan bagi anak, khususnya mereka yang mengalami keterbatasan aktivitas dan membutuhkan pendampingan dalam memperoleh layanan kesehatan.
Untuk memperoleh informasi lebih lanjut, Kepala UPT Puskesmas Tanjungsari, dr. Hj. Latifah Hani, diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai langkah yang dapat ditempuh keluarga untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis sesuai prosedur pelayanan kesehatan.
Sementara itu, Kepala Desa Sirnarasa, Deni Firdaus Zam Zam, S.Sos., juga diharapkan memberikan keterangan mengenai bentuk pendampingan pemerintah desa terhadap kondisi sosial dan kesehatan warganya, termasuk apakah keluarga tersebut telah mendapatkan pendataan maupun fasilitasi bantuan yang tersedia.
Mad Yunus selaku Ketua Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Tanjungsari juga telah dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp terkait kondisi tersebut. Namun, hingga berita ini disusun, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan. (Yayang)

