Miris di Tengah Pembangunan Bogor Istimewa Amin Masih berjuang Melawan Lapar dan Rumah Nyaris Ambruk
Kab. Bogor | Detak Negeri.com
Persoalan kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan perhatian serius pemerintah. Di Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, kondisi tersebut tergambar dari kehidupan Amin, warga Kampung Lengis yang hingga kini masih berjuang memenuhi kebutuhan hidup paling mendasar.
Hidup seorang diri tanpa keluarga yang mendampingi, Amin harus bertahan dengan penghasilan tidak tetap. Pekerjaan sebagai penggali kubur menjadi satu-satunya sumber pendapatan yang bisa diandalkan. Namun, pekerjaan itu tidak selalu tersedia sehingga ia kerap kesulitan mendapatkan makanan.
Dalam kondisi tertentu, Amin bahkan harus menerima kenyataan tidak bisa makan setiap hari. Situasi semakin berat karena rumah yang ditempatinya juga mengalami kerusakan cukup parah. Sebagian atap bangunan sudah berlubang dan lapuk dimakan usia.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa persoalan yang dihadapi Amin bukan sekadar keterbatasan ekonomi, melainkan juga menyangkut kebutuhan pangan, tempat tinggal yang aman, serta jaminan perlindungan sosial.
Anggota BPD Desa Ciadeg, Ujang, membenarkan kondisi memprihatinkan tersebut. Ia berharap pemerintah segera memberikan perhatian melalui bantuan yang sesuai dengan kebutuhan Amin.
Sementara itu, Kepala Desa Ciadeg, Wahyu, menyebut pemerintah desa telah melakukan kunjungan ke kediaman Amin sekitar dua bulan sebelumnya. Dalam kunjungan tersebut, pihak desa memberikan bantuan berupa kompor dan penanak nasi.
Namun, melihat kondisi yang masih dihadapi Amin, diperlukan penanganan lanjutan yang lebih menyeluruh. Bantuan kebutuhan pokok menjadi hal mendesak, sementara kondisi rumahnya juga membutuhkan perhatian melalui program perbaikan rumah tidak layak huni.
Dinas Sosial Kabupaten Bogor bersama instansi terkait diharapkan segera melakukan verifikasi kondisi sosial ekonomi Amin, termasuk memastikan akses terhadap program bantuan sosial yang tersedia.
Persoalan ini juga menjadi pengingat bahwa keberhasilan program pengentasan kemiskinan tidak hanya diukur dari jumlah program yang diluncurkan, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat yang paling membutuhkan benar-benar menerima manfaatnya.
Amin adalah salah satu warga yang membutuhkan kehadiran negara secara nyata. Jangan sampai warga yang hidup dalam keterbatasan harus terus berjuang sendiri hanya untuk memenuhi kebutuhan makan dan mendapatkan tempat tinggal yang layak. (Yayang)

