Kunjungan Lintas Budaya Antar Kerajaan, Yayasan Pasopati Cakra Nusantara Perkuat Pelestarian Budaya Nusantara
Ponorogo | Detak Negeri.com
Kunjungan Lintas Budaya Nusantara yang diselenggarakan oleh Yayasan Pasopati Cakra Nusantara menjadi momentum penting dalam memperkenalkan dan memperkuat pelestarian budaya kepada para pegiat budaya maupun generasi muda. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi prioritas bersama dalam menjaga dan merawat kekayaan budaya Nusantara agar tetap lestari.
Kunjungan lintas budaya ini dilaksanakan selama tiga hari, pada 16–18 Januari 2026, dan dipimpin langsung oleh KPSA Bagus MPU Batu selaku Ketua Umum Pasopati Cakra Nusantara. Sebanyak 170 peserta yang terdiri dari pegiat budaya, spiritualis, pendoa, serta pelaku budaya dari Batak, Kalimantan, dan berbagai daerah di Jawa Timur turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Rangkaian kegiatan dimulai pada hari pertama dengan kunjungan ke Puri Agung Pamecutan. Rombongan disambut dengan penuh kehangatan dan kebanggaan oleh keluarga besar Puri Agung. Dalam suasana harmonis dan penuh kebersamaan, acara dilanjutkan dengan penyerahan Penghargaan Lintas Budaya Nusantara sebagai simbol persaudaraan dan sinergi antarbudaya.
Pada hari kedua, rombongan melanjutkan kunjungan ke Kampung Budaya Penglipuran, sebuah desa adat yang dikenal sebagai kampung teladan. Desa ini mencerminkan nilai-nilai luhur budaya yang mengajarkan saling menghormati, menjunjung tinggi kemanusiaan, serta menjaga keadilan dalam kehidupan sosial, baik antarwarga maupun dengan pemerintah. Kampung Penglipuran juga dikenal sebagai desa yang bersih, sehat, dan harmonis berbasis budaya.
Masih di hari yang sama, kegiatan dilanjutkan dengan silaturahmi ke Puri Agung Kerajaan Klungkung. Rombongan diterima langsung oleh Raja Klungkung beserta Putra Mahkota pewaris tahta. Penyambutan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh rasa kebersamaan, tanpa adanya perbedaan kasta, sehingga nilai persatuan dan persaudaraan terasa sangat kental dalam prosesi adat yang dijalani.
Selanjutnya, peserta mengunjungi Tirta Empul, salah satu destinasi spiritual di Bali. Di tempat ini, rombongan merasakan keindahan alam yang berpadu dengan suasana sakral saat melakukan ritual mandi di pancuran suci yang diyakini memiliki nilai spiritual dan keramat.
Sebagai penutup rangkaian kunjungan lintas budaya, pada hari terakhir rombongan melaksanakan ritual sakral di Pantai Tanah Lot. Prosesi tersebut dipimpin dan disambut langsung oleh Iro Mangku Agung Tanah Lot. Ritual berlangsung dengan penuh kekhidmatan, nuansa sakral, dan spiritualitas yang mendalam, memberikan makna kuat tentang hakikat budaya Nusantara yang sarat nilai kearifan lokal dan persatuan.
Kegiatan Kunjungan Lintas Budaya Nusantara ini diharapkan dapat terus menjadi jembatan persaudaraan antarbudaya serta memperkuat komitmen bersama dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya bangsa. (KP Dhar SN)

